Kamis, 21 Februari 2013

Obyek Wisata Sabang


Tugu Kilometer Nol: Tugu Kilo Meter Nol terletak di lintang: 0554’ 21.42” LU, bujur: 9513’ 00.50” BT berada dalam areal Hutan Wisata Sabang di Ujung Ba`u, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang. Berhubung lokasinya di kawasan hutan wisata tidak mengherankan jika jalanan menuju tugu nol kilometer sangat sepi dan tentu saja banyak pepohonan. Pengunjung terbanyak tugu 0 km adalah gerombolan monyet nakal, sebaiknya tidak membawa tas karena saya sudah merasakan betapa mengerikannya punya fans monyet-monyet nakal. Tugu Kilometer Nol di bangun pada ketinggian 43,6 m di atas permukaan laut (dpl), menjulang setinggi 22,5 meter, berbentuk lingkaran berjeruji dengan cat centil berwarna putih dan orange.
Tugu 0 km Sabang, Aceh
Sebuah prasasti marmer hitam menunjukkan posisi geografis tempat ini, di dinding bangunan juga tertempel prasasti peresmian tugu yang ditandatangani oleh Wakil Presiden saat itu, Bapak Try Sutrisno.  Hanya begini saja?? Mana NOL-nyaa??  Kami berputar-putar mencari sesuatu yang menunjukkan angka nol dan ternyata tarr-raaa…. Angka NOL berada di puncak tugu bersama dengan lambing burung Garuda yang warnanya sudah memudar. Pepohonan rimbun yang berada di sekeliling tugu cukup menyulirkan untuk melihat angka NOL tersebut, apalagi warna langit saat itu juga kelabu. Di seberang jalan tugu 0 km juga terdapat sebuah batu penanda jarak bertuliskan KM0.
Waktu terbaik berkunjung ke Tugu 0 km adalah saat matahari terbenam, dengan catatan cuaca cerah. Obyek wisata ini sebenarnya cukup indah, di bawah pepohonan rindang kita bisa memandangai laut lepas. Namun sepertinya tidak ada pegawai yang bertugas menjaga kebersihan dan keamanan pengunjung dari monyet. Jika anda ingin membuat sertifikat pengunjung 0 km mintalah bantuan kepada pemandu/sopir anda, sertifikat baru bisa di ambil keesokan harinya. Jika anda mengunjungi Tugu 0 km menggunakan motor ada baiknya bersama teman, karena tempat ini sangat sepi. Kalo takut bisa minta temenin tentara yang berjaga di pos TNI tidak jauh dari Tugu 0 km :D
view dari iboih inn resort
Iboih (di baca Iboh): Iboih merupakan tempat terbaik untuk menghabiskan waktu anda di Pulau Sabang. Di Iboih anda bisa menikmati wisata pantai (berenang, snorkeling, atau sekedar duduk memandangi keindahan lukisan alam sambil ngopi cantik), wisata alam di hutan Iboih dan lokasi Iboih berdekatan dengan Pulau Rubiah tempat terbaik untuk snorkeling dan diving. Penginapan, tempat makan, transportasi cukup mudah diperoleh. Di Taman Laut Iboih terdapat larangan terhadap penangkapan ikan dan biota laut, yaitu dilarang: pengeboman, menggunakan compressor, jaring, pukat jepang, pukat malam, senjata tembak, mancing ngintip, penangkapan ikan hias, pematahan karang dan pengambilan biota laut. Ditetapkan pula hari pantangan ke laut. Mulai Kamis jam 19:00 WIB hingga Jumat jam 14:00 WIB, Hari Raya Puasa dan Haji selama 24 jam, Kenduri Laot tiga kali 24 jam, hari peringatan tsunami dan ulang tahun kemerdekaan RI mulai jam 6 pagi sampai 12 siang..
Pulau Rubiah: Pulau Rubiah terletak di depan pantai Teupin Layeu dan Iboih, tersedia perahu untuk menyeberang ke Pulau Rubiah dengan tarif yang disesuaikan dengan kebutuhan, keliling pulau atau hanya di antar-jemput. Nama Rubiah di ambil dari nama salah satu calon jemaah haji yang meninggal saat kapal yang akan menuju ke Mekah karam. Pada tahun 1920-an pulau ini menjadi tempat karantina calon jamaah haji Indonesia. Di Pulau Rubiah terdapat rumah makan sederhana, setelah tenaga terkuras untuk snorkeling di spot pertama kami menambah tenaga dengan makan mie. Pemilik pulau Rubiah adalah Bapak Yahya dan Pemda Sabang, keren banget bisa punya pulau seindah ini. Bungalow yang dimiliki Pak Yahya merupakan pemberian seorang pengawas perdamaian Aceh, beliau di minta untuk merawat 2 bungalow tersebut. Tidak ada listrik dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Hanya ada generator yang dihidupkan sejak pukul 19.00 hingga 00.00 WIB. Pemerintah Indonesia telah menentukan daerah perairan ini, sekitar 2600 hektar sekitar pulau Rubiah sebagai daerah special nature reserve. Semoga selalu terjaga keindahannya, Selain berenang, snorkeling, duduk cantik dan trekking ringan, Pulau Rubiah juga terkenal sebagai tempat menyelam.  Bagi pecinta diving bisa menggunakan penyedia jasa diving  http://www.rubiahdivers.com  |  http://www.lumbalumba.com  (di sebuah forum ada yang curhat katanya kurang recommended untuk orang lokal, bule oriented. Entahlah… saya sendiri tidak bisa dan tidak punya lisensi diving)
Underwater Pulau Seulako
Pulau Seilako: Pulau Seulako berdekatan dengan pulau Rubiah, letaknya dibagian arah selatan Rubiah. Pulau ini memiliki Topografi dibawah lautnya sedikit miring dengan kepala karang dan batuan vulkanik di perairan dangkal pada umumnya. Namun yang menarik disini ada bekas kapal perang bom Jepang yang karam saat perang dunia kedua. pada kedalaman 20 meter disisi tengah bagian timur pulau  yang  dapat diamati dengan sensasi yang berbeda dengan lokasi-lokasi dive lainnya. Cahaya matahari disini sangat indah pada pagi sampai tengan hari sangat cocok untuk melakukan dive.
Mancing di Pulau Rondo Aceh
Pulau Rondo: Pulau Rondo sejatinya adalah pulau terluar Indonesia, mungkin titik 0 km lebih tepat berada di sini daripada di Sabang. Jarak Pulau Rondo dengan Kota Sabang 15,6 km, dapat dicapai dengan kapal motor dari Iboih sekitar 1,5 jam atau 2 jam dari Kota Sabang. Pulau Rondo termasuk dalam wilayah administrasi Kelurahan Ujung Ba’u, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang. Pulau ini tidak dihuni secara tetap, tetapi secara bergantian oleh Marinir dan petugas jaga mercusuar. Pulau Rondo menjadi lokasi mancing favorit wisatawan pecinta mancing, berbagai jenis ikan banyak ditemukan di pulau yang menjadi pertemuan arus dari utara dan selatan. Foto: AntaraFoto 
Pantai Gapang, Sabang
Pantai Gapang: Gapang berasal dari nama pohon yang berjejer di tepi pantai, pohon Gapang. Pantai ini terletak tidak jauh dari Iboh, sekitar 18 KM dari Kota Sabang. Fasilitas di pantai ini cukup lengkap, tersedia resort, restoran, dive shop, toko souvenir bahkan jika anda lupa membawa kamera underwater tersedia juga jasa penyewaan kamera underwater. Seperti juga di Iboih dan Rubiah, pantai Gapang juga memiliki spot-spot bagus untuk snorkeling dan diving. Pasirnya yang halus sangat nyaman untuk jalan-jalan di tepi pantai atau sekedar duduk di batang kayu atau mungkin main ayunan. Sayang sekali kami hanya sebentar saja menikmati ketenangan permukaan air pantai Gapang yang berwarna hijau tosca, karena hujan yang teramat deras mengaburkan keindahan pantai.
Pantai Teupin Layeu
Pantai Teupin Laye dan Teupin Sirkui: Pantai Teupin Layeu dan Teupin sirkui berada di Iboih, sekitar 22 Kilometer dari Kota Sabang .dapat ditempuh menggunakan  kendaraan umum dari pelabuahan Balohan selama 40 menit atau 30 menit dari Kota Sabang. Jarak kedua pantai ini hanya sekitar 100 meter, di kedua pantai ini kita bisa duduk santai di bawah pohon rindang memandangi pantai tenang dan pulau Rubiah. Di pantai Teupin Layeu terdapat Pusat Informasi Wisata Teupin Layeu View, rumah makan, toko penyewaan alat selam dan Snorkling, dermaga untuk menuju pulau rubiah, iboih, seulako dan rondo. Jika malas basah-basahan anda bisa menyewa Bottom Glass Boat untuk melihat pemandangan taman laut sabang.
Menikmati Pantai Sumur Tiga Sabang
Pantai Sumur Tiga: Nama Pantai Sumur Tiga berasal dari keberadaan tiga sumur air tawar yang terdapat di sepanjang pantai. Pantai ini menjadi favorit saya selama di Sabang, karena di Pantai Sumur Tiga ini saya bisa menikmati pantai dengan sangat santai, happy dan merasa aman. Pasir pantai yang halus berpadu mesra dengan bebatuan di bibir pantai, air laut yang jernih dan segar dihiasi ombak kecil yang tak henti-hentinya berkejaran, seolah belum cukup semua keindahan itu di sepanjang pantai nyiur kelapa melambai-lambai meniupkan angin sepoi-sepoi. Awalnya saya hanya berjalan-jalan sendirian, memanfaatkan batu sebagai tripod agar saya bisa bernarsis ria, hingga akhirnya teman-teman saya menyusul dan memutuskan untuk…. NYEBUUURR!!! Warna langit saat senja menambah kecintaan saya akan pantai sumur tiga.
Menjemput Pagi dan Mengantar Senja di Pantai Sumur Tiga, Sabang
Gua Sarang Sabang, Foto Bappeda Sabang
Gua Sarang: Terdapat beberapa gua alami di pantai barat Pulau Weh yang terletak berseberangan dengan Hutan Wisata Iboih. Gua-gua ini menghadap ke samudra dan dihuni bermacam burung, kelelawar, dan ular. Menjelajahi tempat ini dengan menggunakan perahu harus didampingi oleh penduduk lokal karena lokasi yang cukup sulit dijangkau, dan berbahaya, terutama antara bulan Mei dan September saat musim angin Barat. Kondisi ini sangat menantang bagi pencinta gua. Goa Sarang hanya dapat dicapai dengan berenang atau dengan perahu di pada saat air surut. Goa Kamprek adalah tiga gua kecil yang berjarak beberapa ratus meter
Pantai Kasih, Sabang
Pantai kasih: Pantai Kasih merupakan pantai berpasir putih yang letaknya dekat dengan pusat Sabang. Waktu terbaik menikmati pantai kasih adalah saat matahari terbenam. Foto: Forum Indonesia Tourism 
Pantai Ujung Paneh:Informasi mengenai pantai Ujung Paneh sangat amat sedikit, hanya disebutkan bahwa pantai Pantai Ujung Paneh terletak di Iboih sekitar 26 km dari Kota Sabang, di pantai ini terdapat satu penginapan, tidak ada fasilitas rumah makan atau Cafe. Aktivitas wisata yang dapat dilakukan di pantai ini adalah berenang dan snorkling.
Pantai Anoi Itam: Pantai ini berada tidak jauh dari pelabuhan, sesuai dengan namanya pantai Anoi Itam merupakan pantai berpasir hitam khas pasir vulkanis. Tak heran, Pulau Weh memang memiliki gunung berapi kecil yang tengah aktif di tengah-tengahnya. Pantai Anoi Itam memiliki pemandangan yang indah, serta beberapa benteng peninggalan Jepang yang masih terjaga kelestariannya. Benteng-benteng inilah yang dulu menjadi pusat pertahanan Jepang terhadap serangan musuh dari laut dan udara.
Anoi Itam dan Cok Beu: Dengan jarak tempuh kurang lebih 10 kilometer yang dimulai dari Anoi Itam sampai dengan Cok Beu lokasi ini sangat cocok untuk wisata sepeda gunung, melewati perkampungan dan wilayah hutan yang terdapat disekitar lokasi wisata. Sambil mendayung sepeda dengan menaiki dan menuruni lereng berbukit, wisatawan juga bisa menikmati pemandangan yang tak kalah meneriknya, satwa liar misalnya, seperti (burung srigunting, babi hutan, dan monyet ekor panjang) menjadi daya tarik tersendiri jika berwisata sepeda gunung dikawasan wisata ini.
Danau Aneuk Laot
Danau Aneuk Laot:
Danau yang cukup besar ini merupakan sumber air tawar sekaligus PLTA bagi seluruh pulau. Anda bisa menikmati pemandangan danau ini dari dalam kendaraan, karena jalannya meliuk di salah satu sisi danau. Atau, Anda juga bisa turun ke tepian danaunya untuk melihat aktivitas warga memancing dan mengurus tambak ikan air tawar. Foto diambil dari Presiden-SDM
Air Terjun Pria Laot, Foto: Bappeda Kota Sabang
Air Terjun Pria Laot: terletak tidak jauh dari Pria Laot jalan menuju Kel. Iboih. Perjalanan menuju air terjun Pria Laot bisa ditempuh dengan jalan kaki sekitar 1,7 Km dengan melalui sungai yang ada disekitar jalan. Air terjun ini berasal dari aliran sungai Pria Laot yang bersumber dari Danau Aneuk Laot. Air terjun Pria Laot sangat indah, selaras dengan rimbunan pohon yang mengelilinginya. Tinggi air terjunnya hanya sekitar 10 meter, sehingga percikannya tak terlalu deras. Anda bisa berenang santai di kolam persis di bawah air terjunnya, serta menikmati ‘fish spa’ alami di pinggiran kolamnya. Satwa liar yang bisa diamati seperti burung, babi hutan dan kelelawar. Sungai dari aliran air terjun Pria Laot dimanfaatkan masyarakat disekitar desa untuk mencuci pakaian dan mandi.
Monkey Road: Sesuai namanya, ini adalah jalur di mana Anda bisa menemukan spesies monyet sepanjang jalan. Monyet-monyet liar inilah yang akan menuntun Anda menuju Tugu Nol Kilometer yang berada di sebelah utara Pulau Weh. Anda bisa memberi mereka makanan berupa pisang atau kacang, namun berhati-hatilah karena banyak pula babi hutan yang berkeliaran sepanjang jalan.
Pemandian air panas Keuneukai: Terletak di sebelah selatan Pulau Weh pemandian air panas Kaneukai akan menjadi tempat yang cocok setelah berkeliling Sabang untuk melemaskan otot-otot yang letih. Air panas ini berasal dari gunung berapi yang terletak di tengah-tengah Pulau Weh.
Gunung Api Jaboi, Foto: Bappeda Kota Sabang
Gunung Api Jaboi:  berjarak kurang lebih 15 Km dari pusat kota dan berlokasi di Jaboi Kec. Sukajaya dengan luas area 450 m. Potensi yang menjadi daya tarik tersendiri seperti kawah belerang, hutan rotan dan satwa liar (burung, monyet, babi hutan).
Hutan Wisata Iboih:  Terletak di Kelurahan Iboih, memiliki luas kawasan 1.300 Ha dan juga merupakan daerah Konservasi. Dengan jenis hutan hujan tropis yang masih tinggi kerapatannya sehingga memiliki daya tarik tersendiri untuk wisatawan. Hutan wisata ini memiliki keanekaragaman satwa seperti burung, monyet, ular, babi hutan, reptil. Bagi para pencinta burung, hutan ini bisa dijadikan tempat untuk pengamatan burung seperti Nicobar Pigeon, Srigunting, Beo, dan lain-lain. Selain untuk pengamatan burung, hutan hujan tropis yang ada dikawasan Iboih ini bisa dikembangakan menjadi wisata jungle trakking untuk para wisatawan pencinta alam.
Peta Wisata Sabang (dari Toko Mr.Piyoh)
Potensi Wisata Selam di Sabang:
  • The Canyon: ditempat ini juga terdapat bebatuan indah, tebing, serta gua bawah laut yang diselimuti koral. Terdapat spesies laut seperti Napoleon Wrasses, hiu karang dan pari manta.
  • Pante Penuateung : berjarak 30 menit dari Iboih dan 40 menit dari Gapang. Terletak di Barat laut Pulau Weh, tempat ini biasanya paling banyak dikunjungi oleh para wisatawan. Terdapat beberapa hewan laut yang sering dijumpai seperti hiu black dan white tip, gorgonian, barracuda, lobster, tevally dan belut moray.
  • Batee Meuduro : berjarak kurang lebih 70 menit dari Gapang dan terletak diarah Selatan perairan Pulau Weh. Terdapat beberapa hewan laut yang sering dijumpai seperti hiu, Napoleon Wrasses, dan Barracuda.
  • Bate Tokong : berjarak kurang lebih 10 menit dari Iboih dan ditempat ini paling banyak dikunjungi oleh para penyelam. Pada umumnya para penyelam diarahkan ketempat ini.  Hewan laut yang biasanya dijumpai seperti; hiu black, white dan silver tip.
  • Bate Gla : ditempat ini terdapat semacam lorong diantara labiran batu besar. Banyak terdapat spesies laut yang ditemui seperti penyu, udang mantis, moray. Salah satu tempat yang banyak dikunjungi oleh penyelam.
  • Rubiah Utara : berjarak kurang lebih 10-15 menit dari Iboih, tempat ini biasanya digunakan oleh para penyelam pemula.
  • Rubiah Sea Garden : berjarak kurang lebih 10 menit dari Iboih, untuk para pemula yang melakukan aktifitas diving. Biasanya banyak spesies laut yang dapat kita lihat seperti belut moray dan jenis ikan scorpion. Tempat ini juga dikelilingi oleh bebatuan dan termubu karang yang masih berukuran kecil.
  • Arus Balee; berjarak kurang lebih 10 menit dari Iboih. Sesuai dengan namanya ditempat ini memiliki arus yang cukup kuat dan terletak diantara Pulau Rubiah dan Seulako. Tempat ini juga banyak dijumpai jenis ikan dan spesies laut seperti fusillier, snapper, dan belut moray.
  • Batee Meuroron : berjarak kurang lebih 5 menit dari Gapang. Teradapat hewan laut seperti scorpin fishes, lion fishes.
  • Batee Dua Gapang : berjarak kurang lebih 10 menit dari Gapang. Terdapat hewan laut seperti scorpin fishes, lion fishes, razor fishes, sea snake.
  • Rongsokan Kapal; sebuah kapal perang yang tenggelam diperairan Sabang tepatnya diwisata bahari Iboih, kapal ini menjadi tempat ini merupakan tempat berlindung ikan atau rumah ikan dan spesies laut lainnya.
  • Wreck Tugboat : bertempat dipelabuhan Sabang (Pasiran), terdapat hewan laut cleanershrimps, banded & gost pipefish, crocodile fish, spiny lobster
  • Sumur Tiga : berjarak kurang lebih 30-40 menit dari Iboih yang berlokasi disebelah timur laut perairan Sabang. Terdapat coral garden.
  • Anoi Itam : berjarak kurang lebih 40 menit dari Gapang, berlokasi disebelah timur laut perairan Sabang. Terdapat hard coral.
  • Pulau Rondo : berlokasi disebelah barat perairan Sabang, berjarak kurang lebih 2 jam dari Sabang. Terdapat reef sharks, soft coral, bumpheads and turtles, surgeon fish.
  • Pantee Ideu : terdapat napoleon wrasse, gorgonions, sponge,hard coral, trigger fish.
  • Limbho Gapang : terdapat mushroom, nudibranch, flatworm, turtle. Berjarak kurang lebih 10 menit dari Iboih.
  • Long Angen Pantee Gua
  • Seulako : berjarak kurang lebih 10 menit dari Iboih, terdapat hard corals, soft corals, gorgonion
  • Little wreck : berjarak 20 menit dari Gapang. Site ini tergolong site yang medanya tidak begitu sulit. Terdapat gunung api di bawah permukaan laut yang membentuk tirai. Spesies laut yang sering dijumpai seperti ikan pipa, nudibranch dan lion bintik kembar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar